Atasi Kesemutan Berlebihan dengan Asupan yang Benar



Paresthesia atau yang lebih dikenal dengan nama kesemutan tentunya pernah kita alami ketika kita terlalu lama di posisi tertentu, misalnya ketika duduk bersila ataupun posisi tidur yang selalu miring kesamping tanpa merubah posisi dalam waktu yang lama. Saat terjadi kesemutan biasanya kita juga akan merasa mati rasa atau kebas.

Kesemutan bisa terjadi apabila saraf pada anggota gerak yang kita miliki mendapatkan tekanan yang cukup berat dan dalam waktu yang lama. Biasanya peristiwa kesemutan ini hanya terjadi sebentar saja, namun ada juga yang disebut dengan kesemutan kronis dimana penderita mengalami kondisi kesemutan yang berkepanjangan. Kesemutan berkepanjangan atau kesemutan kronis ini dapat terjadi apabila terjadi kelainan pada saraf yang bisa disebabkan karena penyakit ataupun kecelakaan. Pada kesemutan sementara kondisi tersebut dapat berangsur membaik dengan sendirinya, namun apabila Anda mengalami kesemutan kronis kondisi tersebut sangat sulit untuk diredakan secara alami sehingga membutuhkan bantuan obat atau terapi tertentu.

Meskipun kesemutan sementara paling banyak terjadi akibat berada di posisi tertentu dalam waktu yang lama, namun secara umum 3 hal berikut ini dapat menyebabkan terjadinya kesemutan baik secara sementara maupun kronis.

     1.  Mengalami fenomena Raynaud

Fenomena Raynaud adalah suatu kondisi dimana bagian tubuh tertentu terasa kaku dan dingin karena peristiwa tertentu. Fenomena Raynaud ini juga sering kita alami pada saat berada di tempat yang dingin, namun fenomena ini juga dapat terjadi apabila Anda sedang stres atau gelisah.

Ketika seseorang merasa gelisah atau stres orang tersebut akan membutuhkan banyak asupan oksigen namun jika terjadi kepanikan dalam diri arteri yang bertujuan untuk menyuplai darah ke kulit mengalami pengerutan akibat suhu tubuh yang semakin menurun sehingga darah tidak dapat tersalurkan dengan baik ke daerah yang dituju.

Karena peristiwa hambatan yang terjadi pada fenomena Raynaud inilah kesemutan dapat terjadi, saraf yang mengalami peregangan akibat arteri yang mengerut dapat menyebabkan seseorang menjadi kesemutan saat kedinginan atau gelisah.

       2. Terkena zat beracun

Kesemutan juga bisa terjadi apabila Anda terpapar zat beracun seperti arsenik, timbal, dan merkuri. Mungkin saat Anda baru terpapar zat-zat ini tidak langsung mengalami kesemutan, namun pada jangka waktu tertentu Anda bisa kesemutan yang berkepanjangan. Untuk mengurangi resiko terpaparnya zat kimia berbahaya ini Anda dapat menggunakan pakaian keselamatan kerja apabila Anda bekerja di laboratorium sesuai standar yang dianjurkan.

       3. Pola asupan dan hidup yang tidak sehat

Menjaga pola makan dan pola hidup tentunya dapat menurunkan resiko terkena penyakit termasuk kesemutan. Pola makan yang berantakan, asupan gizi dan nutrisi yang kurang, serta pola hidup yang tidak sehat seperti sering minum minuman yang beralkohol dapat meningkatkan resiko kurangnya mendapat asupan nutrisi dan vitamin yang pas sehingga resiko terkena kesemutan yang berkepanjangan dapat terjadi.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji atau junk food juga bisa memperburuk pemenuhan nutrisi sehingga dapat mengganggu pasokan oksigen dalam darah dan dapat mengakibatkan sistem saraf yang bekerja secara kurang optimal pada tubuh.

Meskipun banyak hal yang memungkinkan kita mengalami kesemutan, Anda bisa mulai mengurangi resiko tersebut salah satunya dengan cara memberikan asupan yang benar pada tubuh. Asupan bagi tubuh tak hanya berbicara mengenai makanan, namun juga kebiasaan berolahraga dan meminum vitamin atau suplemen tubuh. Untuk menjaga asupan dalam hal makanan Anda bisa memulainya dengan sering mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin B seperti apel, pisang, dan stroberi.

Kemudian jaga kebugaran tubuh dengan berolahraga minimal seminggu sekali, dan untuk mengimbangi asupan nutrisi melalui makanan Anda juga disarankan untuk mengonsumsi Neurobion. Neurobion adalah suplemen dengan kandungan vitamin B yang terdiri dari vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12 dalam satu tablet. Kandungan B dalam Neurobion ini dapat membantu memperbaiki sel-sel saraf dalam tubuh terutama sel saraf pada anggota gerak sehingga terjadinya kesemutan dan kebas pun dapat diminimalisir.

Neurobion tersedia dalam 2 pilihan, yaitu Neurobion tablet putih dan Neurobion tablet merah muda yang biasa disebut Neurobion Forte. Jika kesemutan yang Anda alami masih tergolong baru dan durasinya tidak lama Anda dapat meminum Neurobion tablet putih, namun apabila Anda mengalami kesemutan berkepanjangan Anda harus meminum Neurobion Forte yang memiliki kandungan vitamin B12 lebih besar dibanding Neurobion tablet putih.

Untuk aturan pakainya, Anda bisa mengonsumsi suplemen Neurobion ini 1x setiap hari untuk menjaga dan menyeimbangkan porsi vitamin B yang diperlukan oleh tubuh Anda. Jangan khawatir untuk kesulitan menemukan dan membeli Neurobion karena suplemen Neurobion ini tersedia di apotek terdekat di tempat Anda.

No comments:

Powered by Blogger.