Mengoptimalkan Perkembangan Otak Bayi di Masa Emas





Jika ditanya, kapan sih masa emas perkembangan bayi, mungkin sebagian besar dari Anda akan menjawab sampai bayi berusia 2 tahun. Apa iya benar?

Di awal-awal kehidupannya, memang bayi mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat, tidak terkecuali perkembangan otaknya. Pada tahun-tahun awal kehidupan, bayi dengan cepat dapat belajar serta mengeksplor lingkungan sekitarnya. Sehingga, bayi lebih mudah untuk meniru kebiasaan orang-orang di sekitarnya. Pada masa-masa inilah otak bayi masih berkembang, sehingga rangsangan untuk meningkatkan fungsi otak bayi sangat diperlukan. Tapi, benar nggak sih hanya sampai usia bayi 2 tahun?
Sebenarnya sampai usia berapa otak bayi berkembang?
Seperti yang sudah kita ketahui, periode awal perkembangan manusia dapat mempengaruhi kehidupan pada tahap berikutnya. Perkembangan yang buruk pada usia ini dapat mempengaruhi kesehatan, baik fisik dan mentalnya.

Di masa awal kehidupan manusia, perkembangan fungsi otak terjadi dengan sangat cepat. Perkembangan otak bayi sudah mulai pada saat bayi masih dalam kandungan dan berlanjut sampai bayi lahir. Walaupun pembentukan sel otak hampir selesai sebelum lahir, namun pematangan otak, jalur saraf penting, dan koneksi secara progresif dikembangkan setelah bayi lahir pada usia dini.

Bayi yang baru lahir memiliki sekitar 100 miliar sel otak. Otak mencapai setengah dari berat matangnya sekitar usia 6 bulan dan mencapai 90% dari berat akhirnya pada usia 2 tahun. Jadi, otak bayi ternyata masih berkembang sampai bayi berusia 2 tahun.

Waktu bayi lahir sampai berusia 2 tahun adalah periode kritis dalam perkembangan berbagai keterampilan motorik, kognitif, emosional, dan pertumbuhan fisik pada bayi. Periode bayi usia dini merupakan periode perkembangan di mana lingkungan sangat berpengaruh dalam menentukan perkembangan dan pertumbuhan otak dan sistem saraf pusat. Lingkungan tidak hanya mempengaruhi jumlah sel otak dan jumlah koneksinya tetapi juga cara koneksi tersambung. Oleh karena itu, dukungan dari lingkungan pada masa ini harus sangat diperhatikan. Lingkungan sekitar yang dirasakan oleh indera bayi dapat memberikan pengalaman yang mempengaruhi perkembangan otak bayi, mencakup suara, sentuhan, penglihatan, penciuman, makanan, pikiran, obat, cedera, penyakit, dan faktor lainnya.

Bukti ilmiah menunjukkan bahwa jika otak tidak menerima rangsangan yang tepat selama periode kritis ini, akan sangat sulit untuk otak “menyambungkan” kembali dirinya di lain waktu. Ketidakcukupan gizi sebelum lahir dan pada tahun-tahun pertama kehidupan dapat sangat mengganggu perkembangan otak dan menyebabkan gangguan neurologis dan perilaku, seperti ketidakmampuan belajar dan keterbelakangan mental.

Tekanan pada masa awal kehidupan bayi juga dapat mempengaruhi fungsi otak dan pembelajaran bayi. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mengalami tingkat stres tinggi pada tahun-tahun awal kehidupan mereka, berisiko lebih besar untuk mengalami kesulitan dalam perkembangan kognitif, perilaku, dan emosi di kehidupan selanjutnya.

Jadi, kesimpulannya adalah lingkungan dan gizi yang baik pada awal kehidupan bayi sampai bayi berusia 2 tahun sangat diperlukan untuk mengoptimalkan perkembangan otak bayi. Orangtua dapat memberikan rangsangan pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan fungsi otak pada masa ini, tetapi jangan sampai membuat bayi merasa tertekan.

Bagaimana perkembangan bayi sampai usia 2 tahun?
Semenjak lahir ke dunia, bayi menggunakan semua indera mereka untuk merasakan lingkungan dan mereka juga mulai mengembangkan rasa sebab-akibat yang didapatkan dari bagaimana cara orangtua mengasuh. Bayi usia dini mengalami masa pertumbuhan yang luar biasa di semua bidang.  

Jadi, sebaiknya orangtua membantu bayinya dalam mengembangkan keterampilan motorik, kognitif, dan emosional pada periode kritis ini. Pengembangan berbagai keterampilan pada masa-masa awal kehidupan bayi dapat membantu bayi mempersiapkan diri untuk memasuki dunia sekolah. Oleh karena itu, pendidikan bayi usia dini sangat penting karena pada masa ini otak bayi memerlukan banyak rangsangan agar perkembangannya optimal.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.