Bagaimana Proses Induksi Dilakukan Saat Persalinan?

Proses Induksi


Usia kehamilan yang sudah menginjak trimester ketiga atau semester akhir membuat ibu hamil mulai mempersiapkan diri untuk menyambut buah hati dan masa persalinan. Bagi yang hamil anak pertama masa-masa ini bisa memicu stres karena banyak hal seputar induksi persalinan yang terlintas dipikiran si ibu hamil.

Penjelasan Singkat Tentang Induksi Pada Persalinan

Tentunya semua ibu hamil berharap persalinannya lancar dan normal, serta bayi yang dikandungan bisa lahir selamat serta tidak kurang satu apapun. Persalinan normal ini tidak jauh-jauh dari istilah induksi. Dimana induksi ini adalah salah satu upaya medis untuk memulai proses persalinan.

Faktor Melakukan Induksi

Pemberian stimulasi pada masa persalinan tidak dilakukan sembarangan dan tanpa alasan
yang kuat. Ada beberapa alasan medis yang harus diperhatikan untuk memberikan stimulasi
atau tidak pada ibu hamil. Berikut ini faktor-faktornya.

1. Kondisi Ibu

Stimulasi akan diberikan jika ibu memiliki tekanan darah yang tinggi dan diabetes atau kadar gula darah yang tidak terkontrol. Selain itu ibu yang sedang sakit herpes juga harus diberikan stimulasi agar bisa segera melahirkan karena penyakit herpes membuat si ibu akan mati rasa dan tidak akan merasakan tanda-tanda persalinan bahkan meski sudah lewat dari HPL.

2. Kondisi Bayi

Jika kondisi bayi sudah tidak bisa berlama-lama lagi berada di dalam rahim sang ibu karena air ketuban yang sedikit, pertumbuhan yang terhambat, atau janin lewat waktu maka stimulasi perlu diberikan.

3. Air Ketuban

Jika air ketuban sudah pecah tetapi tidak ada tanda-tanda persalinan atau mulas, di sini rangsangan juga dibutuhkan. Air ketuban yang pecah sebelum adanya kontraksi sangat berbahaya baik bagi ibu dan juga janin. Paling tidak janin atau bayi harus lahir 24 jam setelah ketuban pecah.

4. Melebihi HPL

Jika sudah melewati Hari Perkiraan Lahir atau HPL namun belum ada juga tanda-tanda persalinan biasanya dokter akan melakukan tindakan induksi karena jika janin dibiarkan lebih lama maka akan terganggu pertumbuhannya. Perlu diketahui di minggu ke 42 akan terjadi penurunan fungsi plasenta dan ini yang menyebabkan stimulasi dibutuhkan jika sudah melewati HPL tapi belum ada tanda persalinan.

5. Pergerakan Janin

Stimulasi atau rangsangan dalam persalinan juga akan diberikan jika pergerakan janin mulai
melemah. Hal ini biasanya terjadi karena sedikitnya air ketuban dan juga karena sudah melewati HPL.

Cara Induksi Diberikan

Perlu dicatat bahwa keberhasilan induksi ini tergantung dari kondisi mulut rahim. Di sini cara yang dilakukan dokter dalam memberikan stimulasi persalinan ada dua macam yaitu kimia dan mekanik. Untuk stimulasi kimia ialah menggunakan obat-obatan. Dan mekanik menggunakan alat, berikut ini teknik-teknik induksi.

1. Prostaglandin

Pertama dengan menggunakan prostaglandin yang merupakan salah satu jenis obat hormon dimana penggunaannya dimasukkan melalui vagina untuk menipiskan atau membuka leher rahim atau untuk merangsang kontraksi.

2. Kateter Foley

Cara ini merupakan stimulasi mekanik dengan menggunakan kateter dan balon khusus yang
dimasukkan ke dalam leher rahim. Setelah masuk nantinya akan diisi air. Teknik ini dilakukan untuk merangsang hormone prostaglandin sehingga nanti leher rahim melunak.

3. Mengusap Selaput Leher Rahim

Jika kondisi leher rahim sudah baik, dokter tidak akan memasukkan obat atau kateter. Dokter nantinya hanya perlu memasukkan jari ke dalam jalan lahir guna memisahkan kantung ketuban dengan rahim agar terjadi kontraksi.

4. Amniotomi

Amniotomi adalah pemecahan kantung ketuban. Jika leher rahim sudah terbuka dan kepala
bayi sudah pada posisinya namun proses persalinan masih belum terjadi maka dengan alat
yang sangat kecil dokter memecahkan kantung ketuban agar kontraksi bisa terjadi.

5. Oksitosin

Oksitosin adalah obat yang biasa diberikan melalui cairan infus untuk membantu proses persalinan cepat dimulai. Gunanya adalah meningkatkan kontraksi pada ibu hamil. Nah, itu dia sedikit informasi mengenai induksi untuk membantu persalinan normal berjalan dengan lancar.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.